Harimau Sumatra yang terancam punah ditemukan mati, terjerat di Riau

Harimau Sumatra yang terancam punah ditemukan mati, terjerat di Riau


Seekor harimau Sumatra yang terancam punah ditemukan tewas di sebuah kawasan konservasi di wilayah administrasi Siak, Riau pada hari Senin dengan salah satu kakinya terperangkap dalam perangkap kawat.

Bangkai harimau jantan pertama kali ditemukan oleh seorang penduduk dalam perjalanan untuk pergi memancing di dekat desa Minas Barat pada Senin pagi. Dia melaporkan penemuan itu ke pihak berwenang setempat yang kemudian menyampaikan pesan tersebut ke Badan Percakapan Sumber Daya Alam Riau (BKSDA).

Sekitar jam 5 sore pada hari yang sama, BKSDA mengirim sebuah tim ke lokasi untuk memindahkan harimau yang sudah mati.


"Kaki kanan depan, terperangkap dalam jerat, terluka parah. Luka terbuka sangat dalam, mengakibatkan infeksi," kata kepala BKSDA, Suharyono, Selasa.

Tim memindahkan tubuh harimau ke markasnya di ibukota provinsi Pekanbaru untuk melakukan otopsi.

Baca juga: Anoa betina dewasa, dua anak sapi mati di fasilitas pemuliaan di Sulawesi Utara

"Berdasarkan kondisi harimau, mungkin sudah mati selama seminggu karena dehidrasi," kata Suharyono.

Bangkai babi ditemukan di dekat jerat, yang mengindikasikan bahwa harimau itu mungkin menjadi sasaran pemburu, katanya.

Harimau Sumatra, satu-satunya spesies harimau Kepulauan Sunda yang masih hidup yang pernah termasuk harimau Bali dan harimau Jawa yang sudah punah, telah terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah IUCN (International Conservation of Nature) sejak 2008.

Perkiraan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menempatkan populasi harimau liar Sumatera pada Desember 2018 tidak lebih dari 600 karena hilangnya habitat dan perburuan.

No comments for "Harimau Sumatra yang terancam punah ditemukan mati, terjerat di Riau"

Berlangganan via Email