Jokowi : Tidak Ada Rencana untuk Melonggarkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB)

Didinews - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk melonggarkan pembatasan sosial berskala besar, atau PSBB, karena Indonesia mencatat lonjakan satu hari tertinggi dalam kasus Covid-19 minggu lalu.

PRESIDEN TINJAU DISTRIBUSI SEMBAKO TAHAP KETIGA


Pada hari Senin, Indonesia memiliki total 18.010 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi, termasuk 1.191 kematian dan 4.324 pemulihan.

"Kami belum berencana untuk mengendurkan PSBB, belum," kata Jokowi saat rapat kabinet daring dari Istana Merdeka di Jakarta, Senin.

Presiden mengatakan masyarakat seharusnya tidak menganggap pemerintah mulai melonggarkan pedoman PSBB.

Dia mengatakan apa yang telah dilakukan pemerintah adalah menyiapkan berbagai skenario untuk diputuskan nanti berdasarkan data dan fakta di lapangan.

"Tolong jangan berasumsi bahwa kita sudah memutuskan tindakan kita," kata Jokowi.

Pekan lalu, Kepala Satuan Tugas Nasional Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo mengatakan Jokowi telah menginstruksikan dia untuk mensimulasikan berbagai tahap relaksasi PSBB.



Gugus tugas telah menyusun pedoman tentang prasyarat, waktu, prioritas dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah yang dapat digunakan untuk memutuskan apakah pedoman PSBB dapat disesuaikan untuk daerah atau sektor tertentu.

Menurut Jokowi, pemerintah akan fokus pada penegakan larangan mudik untuk mencegah orang meninggalkan pusat kota untuk merayakan Idul Fitri di kota kelahiran mereka - dan menyebarkan Covid-19 di kota-kota kecil dan daerah pedesaan - dalam dua minggu ke depan.

"Saya sudah meminta polisi, dengan bantuan militer, untuk memastikan larangan mudik diikuti," katanya.

Presiden mengatakan bahwa meskipun larangan mudik masih berlaku, transportasi diperlukan untuk distribusi logistik, bisnis pemerintah, darurat medis, repatriasi pekerja migran dan kegiatan ekonomi penting masih diperbolehkan untuk berjalan.

Mempercepat Distribusi Bantuan Sosial


Jokowi mengatakan bahwa dia juga telah memberikan instruksi kepada Menteri Urusan Sosial Juliari Batubara dan Desa, Menteri Daerah Tertinggal dan Menteri Transmigrasi Abdul Halim Iskandar untuk menyederhanakan proses pendistribusian bantuan uang sosial, bantuan makanan pokok dan bantuan tunai langsung (BLT) untuk desa-desa.

Menurut Jokowi, laporan terakhir yang diterimanya menunjukkan distribusi bantuan tunai langsung untuk desa saat ini hanya 85 persen, dan untuk bantuan uang sosial 75 persen.

"Kedua menteri telah mengatakan kepada saya semuanya akan selesai minggu ini," katanya.

Jokowi juga meminta agar masalah yang disebabkan oleh data yang tidak disinkronkan dalam basis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan data di luar basis data DTKS segera diselesaikan.

No comments for "Jokowi : Tidak Ada Rencana untuk Melonggarkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB)"

Berlangganan via Email